Pelita

Catatan & diskusi

2 Prinsip Newton: Rigid Body

Istilah rigid body atau benda kaku menggambarkan sifat benda yang tidak akan terdeformasi ketika menerima beban-bebangangguan dari luar (eksternal). Asumsi ini memungkinkan kita untuk menganalisa pengaruh gangguan eksternal terhadap gerak seluruh titik pada benda kaku tersebut hanya dengan mengetahui gerak dari dua titik yang ditentukan pada benda tersebut.

Newton RB1

beer&johnston, eng.mech.

Berbeda dengan partikel, gangguan luar (gaya-gaya) yang bekerja pada benda kaku tidak selalu bertemu di satu titik yang sama (titik beratnya). Akibatnya, gaya-gaya tersebut bisa mengakibatkan momen (puntiran) pada benda sehingga benda kaku dapat bertranslasi/bergeser (baik lintasan lurus maupun kurva) dan/atau berotasi (berputar) secara bersamaan. Oleh sebab itu, persamaan gerak untuk benda kaku ada dua, yaitu:

\sum \bar{F}=m\cdot\bar{a}=(\sum\bar{F})_{eff}

dan

\sum \bar{M_G}=I_{G}\cdot \bar{\alpha}

Newton RB2

beer&johnston, eng.mech.

Jika momen dianalisa terhadap titik selain titik beratnya, maka pada ruas kanan persamaan momen harus ditambahkan momen akibat pengaruh gaya inersia m \cdot \bar{a} terhadap titik analisa tersebut sebagai berikut:

\sum \bar{M_O}=I_{G}\cdot \bar{\alpha} + m \cdot \bar{a} \times \bar{r_{GO}}

Newton RB3

beer&johnston, eng.mech.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: